Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri jaringan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri jaringan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2013

PERANGKAT KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER
LAN DAN WAN
1.    FIREWALL
A.  Pengertian Firewall
Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial."
Gambar 1.1 Firewall
Jadi firewall adalah suatu mekanisme untuk melindungi keamanan jaringan komputer dengan menyaring paket data yang keluar dan masuk di jaringan. Paket data yang “baik” diperbolehkan untuk melewati jaringan dan paket dapa yang dianggap “jahat” tidak diperbolehkan melewati jaringan. Firewall dapat berupa perangkat lunak atau perangkat keras yang ditanam perangkat lunak yang dapat menfilter paket data. Firewall dapat juga berupa suatu sikap yang ditanam dan diajarkan kepada staf IT suatu perusahaan untuk tidak membocorkan data perusahaan kepada perusahaan. Ini untuk mencegah salah satu jenis hacking yaitu social enggeneering.
Ataupun memberi kunci pengaman pada alat-alat komputer dan jaringan, contohnya memasukan server ke dalam ruangan khusus dan dikunci. Kunci ruangan tersebut hanya dipegang oleh staf IT dan diperbolehkan menggunakan ruang tersebut atas seizin staf IT. Ini berfungsi selain menjaga kehilangan alat komputer dan jaringan secara fisik oleh pencuri atau perampokan, namun juga berfungsi menjaga kehilangan data yang tersimpan pada alat komputer tersebut. Bisa saja seseorang mencuri dan menghapus data penting perusahaan. Tentunya ini sangat merugikan perusahaan tersebut.
Berikut ini ilustrasi mengenai firewal
Gambar 1.2 Ilustrasi Firewall
B. Fungsi Firewall
·         Mengontrol dan mengawasi paket data yang mengalir di jaringan
Firewall harus dapat mengatur, memfilter dan mengontrol lalu lintas data yang diizin untuk mengakses jaringan privat yang dilindungi firewall. Firewall harus dapat melakukan pemeriksaan terhadap paket data yang akan melawati jaringan privat. Beberapa kriteria yang dilakukan firewall apakah memperbolehkan paket data lewati atau tidak, antara lain :
-                    Alamat IP dari komputer sumber
-                    Port TCP/UDP sumber dari sumber.
-                    Alamat IP dari komputer tujuan.
-                    Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
-                    Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
·         Melakukan autentifikasi terhadap akses.
·         Applikasi proxy Firewall mampu memeriksa lebih dari sekedar header dari paket data, kemampuan ini menuntut firewall untuk mampu mendeteksi protokol aplikasi tertentu yang spesifikasi.
·         Mencatat setiap transaksi kejadian yang terjadi di firewall. Ini Memungkinkan membantu sebagai pendeteksian dini akan penjebolan jaringan.
2.    Intrusion Detection System (IDS)
A.      Pengertian
Adalah sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas inbound dan outbound dalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan intrusi (penyusupan).
Gambar 1.3 Intrusion Detection System (IDS)
B.       Jenis IDS
Ada dua jenis IDS, yakni:
1)   Network-based Intrusion Detection System (NIDS)
Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam sistem jaringan. NIDS umumnya terletak di dalam segmen jaringan penting di mana server berada atau terdapat pada "pintu masuk" jaringan. Kelemahan NIDS adalah bahwa NIDS agak rumit diimplementasikan dalam sebuah jaringan yang menggunakan switch Ethernet, meskipun beberapa vendor switch Ethernet sekarang telah menerapkan fungsi IDS di dalam switch buatannya untuk memonitor port atau koneksi.
2)      Host-based Intrusion Detection System (HIDS)
Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak. HIDS seringnya diletakkan pada server-server kritis di jaringan, seperti halnya firewall, web server, atau server yang terkoneksi ke Internet.
Kebanyakan produk IDS merupakan sistem yang bersifat pasif, mengingat tugasnya hanyalah mendeteksi intrusi yang terjadi dan memberikan peringatan kepada administrator jaringan bahwa mungkin ada serangan atau gangguan terhadap jaringan. Akhir-akhir ini, beberapa vendor juga mengembangkan IDS yang bersifat aktif yang dapat melakukan beberapa tugas untuk melindungi host atau jaringan dari serangan ketika terdeteksi, seperti halnya menutup beberapa port atau memblokir beberapa alamat IP. Produk seperti ini umumnya disebut sebagai Intrusion Prevention System (IPS). Beberapa produk IDS juga menggabungkan kemampuan yang dimiliki oleh HIDS dan NIDS, yang kemudian disebut sebagai sistem hibrid (hybrid intrusion detection system).
C.           Implementasi dan Cara Kerja
Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.
Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul
Teknik lainnya yang digunakan adalah dengan memantau berkas-berkas sistem operasi, yakni dengan cara melihat apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log. Teknik ini seringnya diimplementasikan di dalam HIDS, selain tentunya melakukan pemindaian terhadap log sistem untuk memantau apakah terjadi kejadian yang tidak biasa.
3.    Intrusion Prevention System (IPS)
A.           Pengertian
Merupakan kombinasi antara fasilitas blocking capabilities dari Firewall dan kedalaman inspeksi paket data dari Intrusion Detection System (IDS). IPS diciptakan pada awal tahun 1990-an untuk memecahkan masalah serangan yang selalu melanda jaringan komputer. IPS membuat akses kontrol dengan cara melihat konten aplikasi, dari pada melihat IP address atau ports, yang biasanya dilakukan oleh firewall. IPS komersil pertama dinamakan BlackIce diproduksi oleh perusahaan NetworkIce, hingga kemudian berubah namanya menjadi ISS(Internet Security System). Sistem setup IPS sama dengan sistem setup IDS. IPS mampu mencegah serangan yang datang dengan bantuan administrator secara minimal atau bahkan tidak sama sekali. Secara logic IPS akan menghalangi suatu serangan sebelum terjadi eksekusi dalam memori, selain itu IPS membandingkan file checksum yang tidak semestinya mendapatkan izin untuk dieksekusi dan juga bisa menginterupsi sistem call.
Gambar 1.4 Intrusion Prevention System (IPS)
B.            Jenis-jenis IPS
1)        Host-based Intrusion Prevention System
Host Based IPS (HIPS) bekerja dengan memaksa sekelompok perangkat lunak fundamental untuk berkovensi secara konstan. Hal ini disebut dengan Application Binary Interface (ABI). Hampir tidak mungkin untuk membajak sebuah aplikasi tanpa memodifikasi Application Binary Interface, karena konvensi ini bersifat universal di antara aplikasi-aplikasi yang dimodifikasi.
HIPS merupakan sebuah system pecegahan yang terdiri dari banyak layer, menggunakan packet filtering, inspeksi status dan metode pencegahan intrusi yang bersifat real-time untuk menjaga host berada di bawah keadaan dari efisiensi performansi yang layak. Mekanisme kerjanya yaitu dengan mencegah kode-kode berbahaya yang memasuki host agar tidak dieksekusi tanpa perlu untuk mengecek threat signature.
2)        Network Intrusion Prevention System
Network Based IPS (NIPS), yang juga disebut sebagai “In-line proactive protection”, menahan semua trafik jaringan dan menginspeksi kelakuan dan kode yang mencurigakan.Karena menggunakan in-line model, performansi tinggi merupakan sebuah elemen krusial dari perangkat IPS untuk mencegah terjadinya bottleneck pada jaringan. Oleh karena itu, NIPS biasanya didesain menggunakan tiga komponen untuk mengakselerasi performansi bandwidth, yaitu :
1.    Network Chips (Network processor)
2.    FPGA Chips
3.    ASIC Chips
Network Based IPS (NIPS) biasanya dibangun dengan tujuan tertentu, sama halnya dengan switch dan router.Beberapa teknologi sudah diterapkan pada NIPS, seperti signature matching, analisa protocol dan kelainan pada protocol, identifikasi dari pola trafik, dan sebagainya. NIPS dibuat untuk menganalisa, mendeteksi, dan melaporkan seluruh arus data dan disetting dengan konfigurasi kebijakan keamanan NIPS, sehingga segala serangan yang datang dapat langsung terdeteksi.
Kebijakan keamanan NIPS sendiri terdiri dari:
·         Content based Intrusion Prevention System
yang bertugas mengawasi isi dari paket-paket yang berlalu lalang dan mencari urutan yang unik dari paket-paket tersebut, berisi virus worm, trojan horse,dll.
·         Rate Based Intrusion Prevention System
bertugas mencegah dengan cara memonitor melalui arus lalu lintas jaringan dan dibandingkan dengan data statistic yang tersimpan dalam database. Apabila RBIPS mengenali paket-paket yang tidak jelas, maka langsung mengkarantina paket tersebut. Baik host based maupun network IPS memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. HIPS dapat mengatasi semua jenis jaringan yang terenkripsi dan dapat menganalisa semua kode, sedangkat NIPS tidak menggunakan prosesor dan memori di client maupun host. NIPS tidak selalu bagus, kadang bisa gagal dalam mendeteksi serangan, kadang bisa langsung mendeteksi serangan. Keuntungan NIPS adalah administrasinya yang gampang.
C.           Cara Kerja IPS
Formula yang umum digunakan untuk mendefinisikan IPS adalah: IPS = IDS + Firewall.
Penjelasan :
Firewall merupakan sebuah system yang menerapkan sebuah kebijakan kontrol akses yang memeriksa trafik data yang lalu lalang dan memblok paket data yang tidak sesuai dengan kebijakan keamanan. Sebuah Intrusion Detection System (IDS) memonitor performansi system atau jaringan, mencari pola tingkah laku yang tidak sesuai dengan kebijakan keamanan atau tanda-tanda serangan yang dapat dikenali, dan kemudian jika ditemukan maka IDS akan memicu alarm. Di sini, firewall akan menolak serangan yang sudah pasti/jelas, sementara trafik yang mencurigakan akan dibiarkan lewat. Di sisi lain, IDS memonitor semua data di dalam jaringan, memberitahukan administrator jaringan akan adanya serangan pada saat serangan mulai ‘hidup’ dan berada di dalam jaringan. Dengan kata lain, baik IDS maupun firewall tidak mampu memblokir serangan ketika intrusi benar-benar telah terjadi.
Lebih jauh lagi, IPS sebenarnya lebih dari sekedar IDS + firewall. IPS didesain sebagai sebuah embedded system yang membuat banyak filter untuk mencegah bermacam-macam serangan seperti hacker, worm, virus, Denial of Service (DoS) dan trafik berbahaya lainnya, agar jaringan enterprise tidak menderita banyak kerugian bahkan ketika security patch terbaru belum diterapkan. Pembangunan IPS didasarkan pada sebuah modul “in-line”: data melewati perangkat IPS dari satu ujung dari kanal data tunggal, hanya data yang sudah dicek dan divalidasi oleh mesin IPS yang diperbolehkan untuk lewat menuju ujung lain dari kanal data. Pada scenario ini, paket yang mengandung tanda-tanda serangan pada paket asalnya akan dibersihkan dari jaringan.
Penggunaan multiple filter pada IPS membuatnya secara signifikan lebih efektif ketika menginspeksi, mengidentifikasi dan memblokir serangan berdasarkan urutan waktu. IPS membuat filter baru ketika sebuah metode serangan baru diidentifikasi. Mesin inspeksi paket data IPS normalnya terdiri dari integrated circuit yang didesain untuk inspeksi data mendalam. Setiap serangan yang mencoba mengeksploitasi kelemahan dari layer 2 sampai layer 7 OSI akan difilter oleh mesin IPS yang mana, secara tradisional, kemampuan firewall hanya terbatas sampai modul 3 atau 4 saja. Teknologi packet-filter dari firewall tradisional tidak menerapkan inspeksi untuk setiap byte dari segmen data yang bermakna tidak semua serangan dapat diidentifikasikan olehnya. Secara kontras, IPS mampu melakukan inspeksi tersebut dan semua paket data diklasifikasikan dan dikirim ke filter yang sesuai menurut informasi header yang ditemukan di segmen data, seperti alamat asal, alamat tujuan, port, data field dan sebagainya. Setiap filter bertanggung jawab untuk menganalisis paket-paket yang berkaitan, dan yang mengandung tanda-tanda membahayakan akan didrop dan jika dinyatakan tidak berbahaya akan dibiarkan lewat. Paket yang belum jelas akan diinspeksi lebih lanjut. Untuk setiap tipe serangan berbeda, IPS membutuhkan sebuah filter yang bersesuaian dengan aturan filtering yang sudah ditentukan sebelumnya. Aturan-aturan ini mempunyai definisi luas untuk tujuan akurasi, atau memastikan bahwa sebisa mungkin jangkauan aktifitas yang luas dapat terenkapsulasi di dalam sebuah definisi. Ketika mengklasifikasikan sebuah aliran data, mesin filter akan mengacu pada informasi segmen paket, menganalisa konteks dari field tertentu dengan tujuan untuk mengimprovisasi akurasi dari proses filtering.
                                                                                                                                                                                       
REFERENSI
-        http://bocahsoenyi.blogspot.com/2010/11/ids-intrusion-detection-system.html
-        http://top-bing.blogspot.com/2010/06/apa-itu-ids-dan-ips-dalam-keamanan_07.html
-      http://www.bungerik.com/index.php/2009/10/perangkat-keamanan-jaringan-komputer-yang-wajib-anda-ketahui/
-        http://www.budhie-nugra.co.cc/2009/11/ancaman-terhadap-keamanan-lan-wan.html
-        http://www.cyberkomputer.com/Jaringan-Komputer/pengertian-dan-fungsi-firewall-dalam-suatu-jaringan-komputer-lan-dan-wan

Rabu, 14 Agustus 2013

Belajar menjadi Hacker

Onno W. Purbo

Terus terang saya mengambil resiko menulis artikel ini. Saya sangat berharap informasi yang saya tuliskan ini digunakan untuk hal-hal yang baik & jangan digunakan untuk merusak / melakukan hal yang tidak baik. Tulisan ini memang tidak akan menjelaskan secara detail teknik untuk melakukan hacking & cracking terhadap sebuah sistem jaringan komputer, paling tidak pointer kemana mencari informasi yang dibutuhkan akan diterangkan disini. Bagi para pemula saya sangat sarankan untuk membaca berbagai Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan yang tersedia di http://www.iss.net/vd/mail.html.

Teknik-teknik hacking / cracking merupakan bagian dari teknik keamanan jaringan (network security) secara umum. Tentunya sebagai pribadi lebih baik memposisikan diri sebagai pengaman jaringan daripada perusak jaringan. Sebagai sampel ada dua (2) buah situs di Internet yang termasuk paling baik menjelaskan masalah teknik keamanan jaringan ini. Adapun situs tersebut adalah:

http://www.sans.org
http://www.rootshell.com

Tentunya masih banyak lagi situs keamanan jaringan yang ada di Internet yang akan saya jelaskan di bawah. Masalah utama nantinya adalah kemampuan untuk mengerti berbagai dokumentasi / informasi yang ditulis dalam bahasa Inggris.


Di SANS Institut (www.sans.org) cukup banyak informasi & fasilitas yang diberikan, seperti:

· Berita-berita tentang keamanan jaringan.
· Kumpulan berita tentang keamanan jaringan yang dapat dikirimkan mingguan / bulanan. Kumpulan berita ini di pisahkan antara yang sifatnya waspada (alert) maupun yang di khususkan bagi pengguna windows.
· Resource – menyediakan banyak sekali artikel yang akan bermanfaat bagi pengaman jaringan. Misalnya dokumentasi kesalahan yang sering dilakukan oleh para operator jaringan, teknik serangan dll.
· Publikasi SANS – dokumentasi dari berbagai teknik & pengetahuan yang sudah di strukturkan sehingga enak untuk dibaca. Antara lain membahas roadmap (peta) akan hal-hal yang berkaitan & harus dikerjakan pada saat terjadi serangan (compromise); Langkah-langkah untuk mengamankan server windows NT.
· Projek – merupakan kumpulan dokumentasi berbagai projek yang berkaitan dengan keamanan jaringan.



Situs yang ke dua adalah root shell, situs ini agak berbeda dengan SANS Institut yang sifatnya lebih akademis Root Shell lebih menjelaskan berbagai teknik & berita tentang keamanan jaringan.

Berbagai berita tentang eksploitasi jaringan bisa dibaca di bagian eksploit. Sedang bagian dokumentasi dibuat bagi anda yang tertarik untuk membaca dokumentasi yang lebih terstruktur tentang keamanan jaringan. Contoh dokumentasi yang di sediakan di bagian dokumentasi adalah tentang teknik yang di adopsi oleh cracker dalam memasuki sebuah sistem / jaringan. Dalam dokumentasi tersebut di jelaskan dengan cukup panjang lebar berbagai teknik untuk memasuki jaringan komputer lawan & file apa saja yang biasanya di ubah untuk masuk. Dokumentasi yang ada biasanya di arahkan untuk administrator jaringan komputer & bukan untuk si cracker itu sendiri.

Di samping ke dua situs di atas tentunya masih banyak situs Web yang membawa keterangan tentang keamanan jaringan, antara lain adalah:

http://www.cerias.purdue.edu
http://java.sun.com/security/
http://www.telstra.com.au/info/security.html
http://www.ntbugtraq.com/
http://www.nsi.org/compsec.html
http://www.securityportal.com
http://www.icsa.net/
http://www.tno.nl/instit/fel/intern/wkinfsec.html
http://l0pht.com/
ftp://ftp.porcupine.org/pub/security/index.html
http://www.boran.com/security/

Beberapa di antara situs keamanan jaringan merupakan situs resmi pemerintah (khususnya pemerintah Amerika Serikat) yang membahas tentang keamanan jaringan seperti:

http://www.itpolicy.gsa.gov/
http://www.cit.nih.gov/security.html
http://cs-www.ncsl.nist.gov/

Yang agak berbahaya adalah situs keamanan Internet bawah tanah, sering kali informasi yang di tampilkan “agak” berbahaya bagi umum. Sebaiknya anda menggunakan informasi yang diperoleh untuk sesuatu kebaikan. Adapun situs tersebut adalah:

http://www.phrack.com/
http://www.2600.com/

Ada cukup banyak tool / perangkat software yang bisa digunakan untuk membantu kita melakukan pengamanan jaringan komputer. Sebagian besar perangkat ini sifatnya public domain jadi dapat digunakan tanpa perlu membayar royalti. Sebagian bahkan tersedia dalam bentuk source code. Hanya saja perangkat tersebut umumnya bekerja di sistem operasi UNIX (seperti FreeBSD & Linux) bukan Windows. Adapun perangkat tersebut adalah:

· Host-based Auditing Tools:
o COPS, NCARP, crack, Tiger, Tripwire, logcheck, tklogger, Safesuite, NetSonar
· Network Traffic Analysis & Intrusion Detection Tools:
o tcpdump, synsniff, NetRanger, NOCOL, NFR, RealSecure, Shadow
· Security Management and Improvement Tools:
o crack, localmail, smrsh, logdaemon, npasswd, op, passwd+, S4-kit, sfingerd, sudo, swatch, watcher, wuftpd, LPRng
· Firewall, Proxy amd Filtering Tools:
o fwtk, ipfilter, ipfirewall, portmap v3, SOCKS, tcp_wrappers, smapd
· Network-Based Auditing Tools:
o nmap, nessus, SATAN, Safesuite
· Encryption Tools:
o md5, md5check, PGP, rpem, UFC-crypt
· One-Time Password Tools:
o OPIE, S/Key
· Secure Remote Access and Authorization Tools:
o RADIUS, TACACS+, SSL, SSH, Kerberos

Tool / perangkat keamanan jaringan di atas sebagian besar dapat di ambil di situs FTP yang membawa perangkat keaman jaringan seperti dibawah ini:

ftp://ciac.llnl.gov/pub/ciac/sectools/unix/
ftp://ftp.cerias.purdue.edu
ftp://ftp.cert.org/pub/tools/
ftp://ftp.win.tue.nl/pub/security/
ftp://ftp.funet.fi/pub/unix/security/

Masalah yang kemudian menjadi penting adalah tempat kita bertanya. Kita cukup beruntung pada saat ini cukup banyak tempat diskusi di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan. Sebaiknya monitoring dulu diskusi mereka & membaca arsip-arsip diskusi yang lalu untuk membuat diri kita familiar dengan isu / teknik yang dijelaskan. Karena umum orang di Intenet tidak terlalu suka menjelaskan berulang-ulang hal yang sama. Daftar tempat subscribe mailing list tempat diskusi tentang keamanan jaringan saya tuliskan dibawah ini. Biasanya untuk subscribe dilakukan dengan mengirimkan berita “subscribe nama-mailing-list” ke alamat majordomo / listserv untuk masing-masing mailing list.

· Best of Security List (bos) -- best-of-security-request@cyber.com.au
· Bugtraq Full Disclosure List -- listserv@netspace.org
· CERT Advisories -- cert-advisory-request@cert.org
· CIAC Advisories (ciac-bulletin) -- Majordomo@rumpole.llnl.gov
· COAST Security Archive -- coast-request@cerias.purdue.edu
· Firewalls Digest (firewall-digest) -- majordomo@greatcircle.com
· Firewall Wizards (firewall-wizards) -- majordomo@nfr.net
· FreeBSD Security issues -- majordomo@freebsd.org
· Intrusion Detection Systems (ids) -- majordomo@uow.edu.au
· Linux Security Issues -- linux-security-request@RedHat.com
· Legal Aspects of Computer Crime (lacc) -- majordomo@suburbia.net
· NT Bugtraq -- listserv@listserv.ntbugtraq.com
· NT Security Issues (ntsecurity) -- majordomo@iss.net
· The RISKS Forum (risks) -- majordomo@csl.sri.com
· WWW Security (ww-security-new) -- majordomo@nsmx.rutgers.edu
· The Virus Lists (virus-l & virus) -- LISTSERV@lehigh.edu

Kalau boleh saya memberikan sedikit nasehat teknik keamanan jaringan tidak ada bedanya dengan sebuah pisau – dia dapat kita gunakan untuk hal-hal yang jelek dan merusak; tapi juga dapat digunakan untuk hal-hal yang baik yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Pilihlah sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, nama anda akan dikenang selamanya belum lagi kalau dihitung masalah rizki & pahala yang akan di peroleh dengan melalui amal kebaikan yang anda lakukan dengan ilmu yang anda miliki.

sumber : http://sistem-keamanan-komputer.blogspot.com

Selasa, 18 November 2014

Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer-komputer yang saling dihubungkan atau saling berhubungan dengan menggunakan sebuah media baik dengan kabel maupun tanpa kabel (nirkabel/wireless) sehingga dapat melakukan pemakaian data dan sumber daya secara bersama-sama. Dalam jaringan komputer sederhana dengan media kabel kita mengenal istilah work group atau peer to peer. Dalam Jaringan wireless LAN kita mengenal istilah SSID. SSID merupakan singkatan dari Service Set Identifier. Sebuah SSID mempunyai fungsi untuk menamai sebuah jaringan wireless yang dipancarkan dari sebuah Access Point (AP). Sistem penamaan SSID dapat diberikan maksimal sebesar 32 karakter. Access Point (AP) memiliki peran yang hampir sama dengan hub atau switch pada jaringan komputer dengan media kabel, di mana dalam jaringan nirkabel AP bertugas untuk menyebarluaskan gelombang radio standar 2,4 GHz agar dapat dijadikan oleh setiap klien atau peripheral komputer yang ada dalam daerah jangkauannya agar dapat saling berkomunikasi. AP akan menjadi gerbang bagi jaringan nirkabel untuk dapat berkomunikasi dengan dunia luar maupun dengan sesama perangkat nirkabel di dalamnya.

Konsep Keamanan Jaringan
Keamanan jaringan sendiri sering dipandang sebagai hasil dari beberapa faktor. Faktor ini bervariasi tergantung pada bahan dasar, tetapi secara normal setidaknya beberapa hal dibawah ini diikutsertakan :
• Confidentiality (kerahasiaan)
• Integrity (integritas)
• Availability (ketersediaan)
Keamanan klasik penting ini tidak cukup untuk mencakup semua aspek dari keamanan jaringan komputer pada masa sekarang. Hal-hal tersebut dapat dikombinasikan lagi oleh beberapa hal penting lainnya yang dapat membuat keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan lagi dengan mengikut sertakan hal dibawah ini:
• Nonrepudiation
• Authenticity
• Possession
• Utility

Confidentiality (kerahasiaan)
Ada beberapa jenis informasi yang tersedia didalam sebuah jaringan komputer. Setiap data yang berbeda pasti mempunyai grup pengguna yang berbeda pula dan data dapat dikelompokkan sehingga beberapa pembatasan kepada pengunaan data harus ditentukan. Pada umumnya data yang terdapat didalam suatu perusahaan bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh pihak ketiga yang bertujuan untuk menjaga rahasia perusahaan dan strategi perusahaan [2]. Backdoor, sebagai contoh, melanggar kebijakan perusahaan dikarenakan menyediakan akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer perusahaan. Kerahasiaan dapat ditingkatkan dan didalam beberapa kasus pengengkripsian data atau menggunakan VPN. Topik ini tidak akan, tetapi bagaimanapun juga, akan disertakan dalam tulisan ini. Kontrol akses adalah cara yang lazim digunakan untuk membatasi akses kedalam sebuah jaringan komputer. Sebuah cara yang mudah tetapi mampu untuk membatasi akses adalah dengan menggunakan kombinasi dari username-dan-password untuk proses otentifikasi pengguna dan memberikan akses kepada pengguna (user) yang telah dikenali. Didalam beberapa lingkungan kerja keamanan jaringan komputer, ini dibahas dan dipisahkan dalam konteks otentifikasi.

Integrity (integritas)
Jaringan komputer yang dapat diandalkan juga berdasar pada fakta bahwa data yang tersedia apa yang sudah seharusnya. Jaringan komputer mau tidak mau harus terlindungi dari serangan (attacks) yang dapat merubah dataselama dalam proses persinggahan (transmit). Man-in-the-Middle merupakan jenis serangan yang dapat merubah integritas dari sebuah data yang mana penyerang (attacker) dapat membajak “session” atau memanipulasi data yang terkirim. Didalam jaringan komputer yang aman, partisipan dari sebuah “transaksi” data harus yakin bahwa orang yang terlibat dalam komunikasi data dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Keamanan dari sebuah komunikasi data sangat diperlukan pada sebuah tingkatan yang dipastikan data tidak berubah selama proses pengiriman dan penerimaan pada saat komunikasi data. Ini tidak harus selalu berarti bahwa “traffic” perlu di enkripsi, tapi juga tidak tertutup kemungkinan serangan “Man-in-the-Middle” dapat terjadi.

Availability (ketersediaan).
Ketersediaan data atau layanan dapat dengan mudah dipantau oleh pengguna dari sebuah layanan. Yang dimana ketidaktersediaan dari sebuah layanan (service) dapat menjadi sebuah halangan untuk maju bagi sebuah perusahaan dan bahkan dapat berdampak lebih buruk lagi, yaitu penghentian proses produksi. Sehingga untuk semua aktifitas jaringan, ketersediaan data sangat penting untuk sebuah system agar dapat terus berjalan dengan benar.

Nonrepudiation
Setiap tindakan yang dilakukan dalam sebuah system yang aman telah diawasi (logged), ini dapat berarti penggunaan alat (tool) untuk melakukan pengecekan system berfungsi sebagaimana seharusnya. “Log” juga tidak dapat dipisahkan dari bagian keamanan “system” yang dimana bila terjadi sebuah penyusupan atau serangan lain akan sangat membantu proses investigasi. “Log” dan catatan waktu, sebagai contoh, bagian penting dari bukti di pengadilan jika cracker tertangkap dan diadili. Untuk alasan ini maka “nonrepudiation” dianggap sebagai sebuah faktor penting didalam keamanan jaringan komputer yang berkompeten. Itu telah mendefinisikan “nonrepudition” sebagai berikut :
•    Kemampuan untuk mencegah seorang pengirim untuk menyangkal kemudian bahwa dia telah mengirim pesan atau melakukan sebuah tindakan.
•    Proteksi dari penyangkalan oleh satu satu dari entitas yang terlibat didalam sebuah komunikasi yang turut serta secara keseluruhan atau sebagian dari komunikasi yang terjadi.
Jaringan komputer dan system data yang lain dibangun dari beberapa komponen yang berbeda yang dimana masing-masing mempunyai karakteristik spesial untuk keamanan. Sebuah jaringan komputer yang aman perlu masalah keamanan yang harus diperhatikan disemua sektor, yang mana rantai keamanan yang komplit sangat lemah, selemah titik terlemahnya. Pengguna (user) merupakan bagian penting dari sebuah rantai. “Social engineering” merupakan cara yang efisien untuk mencari celah (vulnerabilities) pada suatu system dan kebanyakan orang menggunakan “password” yang mudah ditebak. Ini juga berarti meninggalkan “workstation” tidak dalam keadaan terkunci pada saat makan siang atau yang lainnya. Sistem operasi (operating system : Windows, Unix, Linux, MacOS) terdapat dimana-mana, komputer mempunyai sistem operasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya (tergantung selera), dan bahkan router juga dijalankan oleh oleh sistem operasi. Setiap sistem operasi mempunyai gaya dan karakteristik sendiri yang membedakannya dengan sistem operasi yang lainnya, dan beberapa bahkan digunakan untuk kepentingan “server”. Beberapa sistem operasi juga mempunyai masalah yang dapat digunakan sehingga menyebabkan sistem operasi tersebut berhenti merespon pengguna. Layanan pada “server” memainkan peranan penting dalam keamanan. Developer perangkat lunak mengumumkan celah keamanan pada perangkat lunak dengan cepat. Alasan yang digunakan adalah celah ini kemungkinan akan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusupi sebuah system ataupun setiap pengguna komputer. Pengelola atau pengguna server dan workstation harus melakukan pengecekan untuk “update” masalah keamanan secara regular. Perangkat keras mungkin sedikit susah dipahami sebagai sesuatu yang mempunyai potensi untuk mempunyai masalah keamanan. Yang sesungguhnya adalah sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan, apabila perangkat keras terletak di sebuah lokasi yang tidak aman maka terdapat resiko untuk pemasangan perangkat keras yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dan ini dapat membuat penyusupan menjadi mudah. Juga, bila sebuah perangkat keras jaringan computer dirubah setting-nya ke konfigurasi default oleh orang luar. Pemilihan jenis metode transmisi juga mempunyai peranan penting didalam masalah keamanan. Setiap informasi rahasia tidak boleh di transmisikan secara wireless, setidaknya tidak tanpa menggunakan enkripsi yang bagus, sehingga setiap orang dapat menyadap komunikasi “wireless” yang terkirim. Sangat dianjurkan untuk menggunakan firewall untuk membatasi akses kedalam jaringan komputer ke tingkat yang dibutuhkan. Firewall juga dapat menjadi titik terlemah, yang mana dapat membuat perasaan aman. Firewall harus mengizinkan arus data kedalam sebuah jaringan komputer jika terdapat juga arus data keluar dari jaringan komputer tersebut melalui firewall dan ini dapat menjadi titik terlemah. Fakta penting lainnya bahwa tidak semua serangan dilancarkan melalui firewall.

Authenticity
Sistem harus memastikan bahwa pihak, obyek, dan informasi yang berkomunikasi adalah riil dan bukan palsu.  Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga“intellectual property”, yaitu dengan meni dokumen atau hasil karya dengan “tangan” pembuat ) dan digital signature.
Macam-macam metode username/password:
• Tidak ada username/password
Pada sistem ini tidak diperlukan username atau password untuk mengakses suatu jaringan. Pilihan ini merupakan pilihan yang palin tidak aman.
• Statis username/password
Pada metode ini username/password tidak berubah sampai diganti oleh administrator atau user. Rawan terkena playbacks attacka, eavesdropping, theft, dan password cracking program.
• Expired username/password
Pada metode ini username/password akan tidak berlaku sampai batas waktu tertentu (30-60 hari) setelah itu harus direset, biasanya oleh user. Rawan terkena playback attacks, eavesdropping, theft, dan password cracking program tetapi dengan tingkat kerawanan yang lebih rendah dibanding dengan statis username/password.
• One-Time Password (OTP)
Metode ini merupakan metoda yang teraman dari semua metode username/password. Kebanyakan sistem OTP berdasarkan pada “secret passphrase”, yang digunakan untuk membuat daftar password. OTP memaksa user jaringan untuk memasukkan password yang berbeda setiap kali melakukan login. Sebuah password hanya digunakan satu kali.
Celah Keamanan Jaringan WiFi
Beberapa kelemahan pada jaringan wireless yang bisa digunakan attacker melakukan serangan antara lain:

1. Hide SSID
Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya, dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mendapatkan ssid yang di-hidden antara lain: kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack dan masih banyak lagi. Berikut meupakan aplikasi Kismet yang secang melakukan sniffing.

2. WEP
Teknologi Wired Equivalency Privacy atau WEP memang merupakan salah satu standar enkripsi yang paling banyak digunakan. Namun, teknik enkripsi WEP ini memiliki celah keamanan yang cukup mengganggu. Bisa dikatakan, celah keamanan ini sangat berbahaya. Tidak ada lagi data penting yang bisa lewat dengan aman. Semua data yang telah dienkripsi sekalipun akan bisa dipecahkan oleh para penyusup. Kelemahan WEP antara lain :
•    Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
•    WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
•    Masalah Initialization Vector (IV) WEP
•    Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)
Aplikasi yang bisa digunakan untuk melakukan mengcapture paket yaitu Airodump.  aplikasi airodump yang sedang mengcaptute paket pada WLAN. Setelah data yang dicapture mencukupi, dilakukan proses cracking untuk menemukan WEP key. Aplikasi yang bisa digunakan untuk melakukan menembus enkripsi WEP yaitu Aircrack.

3. WPA-PSK atau WPA2-PSK
WPA merupakan teknologi keamanan sementara yang diciptakan untuk menggantikan kunci WEP. Ada dua jenis yakni WPA personal (WPA-PSK), dan WPA-RADIUS. Saat ini yang sudah dapat di crack adalah WPA-PSK, yakni dengan metode brute force attack secara offline. Brute force dengan menggunakan mencoba-coba banyak kata dari suatu kamus. Serangan ini akan berhasil jika passphrase yang digunakan wireless tersebut memang terdapat pada kamus kata yang digunakan si hacker. Untuk mencegah adanya serangan terhadap keamanan wireless menggunakan WPA-PSK, gunakanlah passphrase yang cukup panjang (satu kalimat).

4. MAC Filter
Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi wireless, karena MAC address sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah. Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac, machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti MAC address.
Masih sering ditemukan wifi di perkantoran dan bahkan ISP (yang biasanya digunakan oleh warnet-warnet) yang hanya menggunakan proteksi MAC Filtering. Dengan menggunakan aplikasi wardriving seperti kismet/kisMAC atau aircrack tools, dapat diperoleh informasi MAC address tiap client yang sedang terhubung ke sebuah Access Point. Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita dapat terhubung ke Access point dengan mengubah MAC sesuai dengan client tadi. Pada jaringan wireless, duplikasi MAC address tidak mengakibatkan konflik. Hanya membutuhkan IP yang berbeda dengan client yang tadi.

5. Weak protocols (protokol yang lemah)
Komunikasi jaringan komputer menggunakan protokol antara client dan server. Kebanyakan dari protokol yang digunakan saat ini merupakan protocol yang telah digunakan beberapa dasawarsa belakangan. Protokol lama ini, seperti File Transmission Protocol (FTP), TFTP ataupun telnet, tidak didesain untuk menjadi benar-benar aman. Malahan faktanya kebanyakan dari protocol ini sudah seharusnya digantikan dengan protokol yang jauh lebih aman, dikarenakan banyak titik rawan yang dapat menyebabkan pengguna (user) yang tidak bertanggung jawab dapat melakukan eksploitasi. Sebagai contoh, seseorang dengan mudah dapat mengawasi “traffic” dari telnet dan dapat mencari tahu nama user dan password.

6. Software issue (masalah perangkat lunak)
Menjadi sesuatu yang mudah untuk melakukan eksploitasi celah pada perangkat lunak. Celah ini biasanya tidak secara sengaja dibuat tapi kebanyakan semua orang mengalami kerugian dari kelemahan seperti ini. Celah ini biasanya dibakukan bahwa apapun yang dijalankan oleh “root” pasti mempunyai akses “root”, yaitu kemampuan untuk melakukan segalanya didalam system tersebut. Eksploitasi yang sebenarnya mengambil keuntungan dari lemahnya penanganan data yang tidak diduga oleh pengguna, sebagai contoh, buffer overflow dari celah keamanan “format string” merupakan hal yang biasa saat ini. Eksploitasi terhadap celah tersebut akan menuju kepada situasi dimana hak akses pengguna akan dapat dinaikkan ke tingkat akses yang lebih tinggi. Ini disebut juga dengan “rooting” sebuah “host” dikarenakan penyerang biasanya membidik untuk mendapatkan hak akses “root”.

7. Hardware issue (masalah perangkat keras).
Biasanya perangkat keras tidak mempunyai masalah pada penyerangan yang terjadi. Perangkat lunak yang dijalankan oleh perangkat keras dan kemungkinan kurangnya dokumentasi spesifikasi teknis merupakan suatu titik lemah. Berikut ini merupakan contoh bagaimana perangkat keras mempunyai masalah dengan keamanan.

Selasa, 19 Maret 2013

Kalau kamu memasang jaringan internet kabel, lalu menggunakan router untuk menciptakan jaringan WiFi di rumah sehingga kamu bisa menggunakan smartphone kamu untuk mengakses internet, memang akan terasa praktis dan menyenangkan. Pemanfaatan fasilitas sinkronisasi antara PC dan smartphone juga bisa dijalankan dengan baik dengan cara ini.
Tapi tahukah kamu, jaringan WiFi pribadi semacam itu cukup mudah dibobol sehingga pihak luar bisa ikut menikmati jaringan kamu tanpa bersusah payah?… Pasti menjengkelkan sekali bukan, apalagi jika dipakai untuk download hingga kecepatan internet menjadi lemot. Bila kamu ingin tahu siapa saja yang ikut “nimbrung” dalam jaringan kamu, gunakanlah Angry IP Scanner, sebuah aplikasi gratisan yang memungkinkan kamu untuk melihat siapa saja yang ada dalam jaringan kamu.
Angry IP Scanner bisa melakukan scan dalam rentang IP Address tertentu yang kamu spesifikkan, baik alamat IP lokal ataupun alamat IP Publik. Ini berarti, kamu bisa menggunakannya untuk melihat apakah ada server di internet yang merespon terhadap ping tertentu dan melihat komputer mana saja yang ada di jaringan kamu.
Kunjungi Homepage Angry IP Scanner disini:
http://www.angryip.org/w/Home
Download Angry IP Scanner disini:
http://www.angryip.org/w/Download
Angry IP Scanner sangat ringan (hanya 1.2MB) dan mudah digunakan. Kamu bahkan tidak memerlukan prosedur instalasi, kamu bisa langsung memanfaatkannya.
Interface Angry IP Scanner sangat sederhana. Untuk memerintahkan aplikasi ini melaksanakan tugasnya, kamu cukup menekan tombol start untuk mengetahui perangkat apa saja yang ada di jaringan kamu.

Angry IP Scanner: Mengetahui Siapa Saja yang Ikut Nimbrung di Jaringan Internetmu

Ketika mencoba melakukan scan, saya hanya menemukan satu perangkat yang ikut dalam jaringan saya. Kebetulan saya tidak menggunakan jaringan WiFi sehingga tidak ada perangkat yang ikut masuk ke dalam jaringan saya.

Angry IP Scanner: Mengetahui Siapa Saja yang Ikut Nimbrung di Jaringan Internetmu

Tapi untuk kamu yang membuka jaringan WiFi lewat router, rajin-rajinlah melakukan inspeksi. Siapa tahu ada orang lain yang ikut memanfaatkan jaringan kamu. Silahkan hunting untuk mengetahui siapa saja yang ikut serta dalam jaringan kamu.
Distribusi dari koneksi internet di zaman sekarang ini sudah berkembang sangat pesat sekali, sudah bukan hal yang “wow” apabila kamu menjumpai banyak sekali titik atau spot yang sudah bisa dijangkau dan memiliki ketersediaan sinyal internet berbasis WiFi .
Dengan bantuan dari teknologi perangkat lunak, untuk membuat sebuah jaringan WiFi sekarang ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, terlebih apabila jaringan WiFi tersebut hanya diperuntukkan bagi skala kecil seperti rumah kontrakan ataupun rumah kost. Kamu bisa dengan mudah membuat sebuah jaringan WiFi dengan menggunakan bantuan dari perangkat lunak yang banyak tersedia di internet, baik itu yang didistribusikan scara gratis maupun berbayar.

Lindungi Jaringan WiFi dari Penyusup dengan SoftPerfect WiFi Guard

Untuk kali ini, PG tidak akan membahas mengenai cara membangun jaringan WiFi dengan menggunakan perangakt lunak, kali ini PG akan membahas bagaimana cara mengamankan jaringan WiFi yang sudah ada tersebut dengan bantuan sebuah perangkat lunak.
Adalah sebuah perangkat lunak yang bernama SoftPerfect WiFi Guard, adalah sebuah tool yang memungkinkan kamu untuk menjaga dan melindungi jaringan WiFi milikmu dari penyusup dan orang-orang yang ingin menggunakan akses WiFi milikmu tanpa izin dan sepengetahuanmu.
SoftPerfect WiFi Guard dibuat dan didesain bagi kamu yang ingin menjalankan sebuah jaringan WiFi dalam skala kecil dan tetap merasa aman. Untuk memiliki SoftPerfect WiFi Guard secara gratis, silahkan kamu unduh melalui tautan berikut ini.
Homepage : http://www.softperfect.com/products/wifiguard
Download SoftPerfect WiFi Guard : http://www.softperfect.com/products/wifiguard

Lindungi Jaringan WiFi dari Penyusup dengan SoftPerfect WiFi Guard

Setelah kamu mengunduh dan menginstall tool ini, silahkan langsung saja kamu jalankan program tersebut dan langsung secara otomatis pada tampilan awal tool ini akan menampilkan beberapa informasi penting mengenai jaringan WiFi milikmu, serta pengguna (user) yang ikut terhubung dengan jaringan WiFi milikmu tersebut.
Selain itu, dengan menggunakan tool ini, nantinya kamu juga bisa melakukan proses pemindaian terhadap jaringan WiFi milikmu dalam interval waktu tertentu, dan melalui hasil pemindaian tersebut tentu saja kamu juga dapat mengetahui apakah ada orang atau penyusup yang tidak dikenal pada jaringan WiFi milikmu.

Lindungi Jaringan WiFi dari Penyusup dengan SoftPerfect WiFi Guard

Selain tersedia secara gratis, tool ini juga sudah tersedia dan bisa digunakan hampir pada semua Sistem Operasi yang ada dan umum saat ini seperti Windows, Linux dan Mac. So, bagi kamu yang sedang menjalankan WiFi dalam rumah dan dalam skala kecil, tidak ada salahnya kamu mencoba mengamankan jaringan WiFi milikmu tersebut dengan menggunakan SoftPerfect WiFi Guard.

Total Tayangan Halaman

Belajar Technology sangat bagus dan banyak manfaatnya, Technology itu tidak membosankan, karena kita dapat berdiskusi dan bertukar pikiran, Belajar Technology bisa membuat anda pintar lohhhhh;

Chat Support


Consectetuer

Popular

Blogroll

Popular Posts

geotoolbar desktop
free counter

Recent Posts